Air Baku PDAM Samboja Bau dan Keruh

 07 Agustus 2014    Jaya. MN    PemerintahanKantor Kecamatan Samboja.(joe)

TENGGARONG - Limbah pertambangan batu bara di wilayah Kutai Kartanegara kian meresahkan dan acap jadi sorotan. DPRD Kutai Kartanegara misalnya mendesak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) lebih serius menangani normalisasi Sungai Merdeka di Kecamatan Samboja yang mengalami pencemaran berat akibat limbah batubara.
Juru Bicara DPRD Kukar Suratman Mustakim mengaku kerusakan Sungai Merdeka dampak dari pengerukan batubara yang tidak dilakukan secara ramah lingkungan. Akibatnya warga pelanggan PDAM setempat yang menggunakan air baku dari sungai tersebut turut dirugikan adanya pencemaran lingkungan sungai tersebut. Warga menduga yang membuat sungai ini tercemar karena limbah cair tambang batu bara yang ada di sekitar aliran sungai tersebut. “Sehingga air baku yang disalurkan PDAM ke pelanggannya keruh dan berbau kurang enak,” ucapnya. Mustakim minta pekerjaan nomalisasi oleh instansi terkait jangan ditunda-tunda. “Jika tidak dikhawatirkan mengganggu kesehatan masyarakat sekitar yang mayoritas memanfaatkan air Sungai Merdeka,” ujarnya. Sementara Lurah Samboja Kuala Antung Fatahilah sebelumnya awal Ramadhan lalu mengatakan, sudah hampir sebulan ini air yang mengalir dari PDAM keruh dan berbau busuk. “Jika hendak dikonsumsi, air tersebut harus ditadah dulu baru bisa jernih namun baunya tetap saja menyengat. Bahkan saat mencuci mobil, air terasa lengket di body mobil. Terlebih saat ini lagi memasuki musim kering, sehingga warga kesulitan mendapatkan air, jika harus membeli harga tentu lebih mahal lagi. “Kami resah air mana lagi yang layak dikonsumsi dan digunakan warga di kawasan ini,” demikian ungkapnya.(dud)