DPD KNPI Adakan Pelatihan Advokasi KDRT

 10 Agustus 2016    rahma    Pemerintahan

Suasana Pembukaan Pelatihan Advokasi KDRT.rhm
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) memang kerap terjadi, hal itu disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya berbicara keras dan menyakitkan, tidak sabar, faktor ekonomi, tidak adanya budaya demokrasi didalam rumah tangga, kurangnya keterbukaan dalam rumah tangga, serta berprasangka buruk, oleh karena itu DPD KNPI Kutai Kartanegara (Kukar), mengadakan Pelatihan Advokasi KDRT di Kecamatan Loa Kulu, Selasa, (9/8).


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kab Kukar dimana beliau sekaligus membuka acara pelatihan, Sekretaris Camat Loa Kulu Adriansyah, Wakil Ketua KNPI Tohari, Ketua Panitia Pelaksana Santi Mariana dan juga peserta pelatihan.

Dalam sambutannya Kepala Bidang Pemuda (Dispora) Surya Agus mengatakan bahwa dampak merosotnya kegiatan pertambangan sangat berpengaruh sekali terhadap masyarakat, PHK-PHK juga banyak terjadi, hal tersebut juga akan berpengaruh terhadap kewirausahaan di masyarakat yang tidak maksimal. "Dengan adanya pelatihan ini kita harapkan bisa dimanfaatkan oleh masyarkat untuk menambah pengetahuan dan juga membuka wawasan untuk mengantisipasi permasalahan yang ada", katanya.

Selain itu Tohari selaku Wakil Ketua DPD KNPI juga mengatakan permaslahan-permaslahan tidak hanya terjadi karena masalah ekonomi tetapi ada juga dari lingkungan baik itu dari teman-teman, tetangga, bahkan juga dari keluarga, maka dari itu diadakan pelatihan Advokasi KDRT. "Tujuan dari pelatihan khususnya para peserta ketika terjadi kekerasan baik itu terhadap dirinya dan juga anak-anaknya DPD KNPI siap memfasilitasi untuk pendampingan-pendampingan Advokasi ini. Masyarakat juga diharapkan bisa menyampaikan permasalahan-permasalahan dirinya jangan disimpan sendiri jangan ditutup-tutupi, LBH KNPI siap untuk mendampingi gratis tanpa dipungut biaya", jelasnya.

Santi Mariana Ketua Panitia Pelaksana juga mengatakan saat ditemui dilokasi pelaksanaan pelatihan setelah pelatihan ini peserta yang mengikuti pelatihan diharapkan mampu melaporkan dan mendampingi kalau ada pengaduan-pengaduan masyarakat yang menjadi korban dari setiap desa-desanya.(rhm)