Wabup Silaturahmi ke SMA Negeri 1 Kota Bangun

 29 Nopember 2016    gusdut    Pemerintahan

Wabup Kukar Edi Damansyah saat menyampaikan sambutan di hadapan 596 siswa SMA Negeri 1 Kota Bangun di Masjid Al-Hakim

Wakil Bupati (Wabup) Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah meminta agar terdapat  keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dengan iman dan takwa (imtak) dikalangan generasi muda Kukar. Hal itu diungkapkannya saat bersilaturahmi dengan para guru dan siswa-siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kota Bangun di Masjid Al-Hakim SMA Negeri 1 Kota Bangun, Senin (28/11) lalu.

"Saya berharap kedepannya Gerakan Etam Mengaji (Gema) yang telah dicanangkan Bupati Kukar bisa dilaksanakan secara sistematis, terstruktur dan berkesinambungan di sekolah –sekolah sehingga ada keseimbangan antara Iptek dan Imtak terhadap generasi muda Kukar,"  ujar Edi.

Lebih lanjut Edi mengapresiasi apa yang telah dicapai SMA Negeri 1 Kota Bangun yaitu menjadi yang terbaik dalam kategori sekolah sehat di Kaltim. Bahkan dalam waktu dekat, sekolah tersebut akan mewakili Benua Etam (Kaltim) di ajang serupa di tingkat Nasional.

Pemkab Kukar melalui Gerakan Pembangunan Rakyat Sejahtera (Gerbang Raja)  yang telah masuk pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar kedepannya akan memproritaskan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten karena menurutnya kemajuan Kukar kedepannya bukan terletak pada kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) melainkan terletak pada kualitas SDM-nya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Kota Bangun Fadli Yulizannur menjelaskan bahwa penilaian sekolah sehat tak hanya meliputi infrastruktur, tapi juga pembentukan karakter seluruh penghuni sekolah untuk hidup sehat. “Prilaku orang-orang di lingkungan sekolah juga dinilai,” jelas Fadli Yulizannur.

Fadli menjelaskan, perjuangan meraih sekolah sehat tidaklah mudah. Yang paling utama dilakukannya adalah menanamkan pola pikir peduli terhadap lingkungan. Sebelum mengajak anak didiknya peduli, dia beserta para guru lebih dulu mencontohkan sikap peduli tersebut. Tak tanggung-tanggung, dari 2,8 hektare area sekolah, 70 persennya sudah dihijaukan. “Saya membebaskan anak-anak untuk menanam pohon, bahkan berkebun di lingkungan sekolah. Mereka akhirnya berlomba-lomba membuat tanaman dan mereka rawat menjadi yang terbaik,” katanya. (hmp05/humaskukar)