ADD Tepat Sasaran, Desa Tani Bhakti Dikunjungi Presiden RI Joko Widodo

 06 Desember 2016    gusdut    Pemerintahan

Presiden RI Joko Widodo di dampingi Menteri PDT Eko Putro Sanjoyo, Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak, Bupati Kukar Rita Widyasari mendapatkan penjelasan dari Kepala Desa Tani Bhakti Alamsyah terkait pembangunan tandon dan embung penampungan air desa.


Desa Tani Bhakti Kecamatan Samboja mendapat kehormatan di kunjungan  Presiden Republik Indonesia (RI)  Joko Widodo (Jokowi), Senin (5/12) kemarin. Kunjungan Jokowi untuk melihat dari dekat pembangunan tandon  air bersih  siap minum  dan pembangunan embung atau cekungan penampung (kantung air) yang dibuat secara swakelola oleh warga Desa Tani bhakti Kecamatan Samboja dengan Alokasi dana Desa (ADD)  APBN 2016.

Dalam peninjauannya,  Jokowi  didampingi  Menteri Sekretaris Kabinat Pamono Anung, Menteri Pembangunan Desa Tertinggal   (PDT) Eko Putro Sanjoyo,  Gubenur Kaltim Awang Farouk Ishak, Bupati Kukar  Rita Widyasari, jajaran pejabat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Ketua DPRD Kukar Salehuddin, Dandim 0906 Tenggarong Letkol Kav. Ari Pramana Sakti, Kapolres  Kukar Fadhilah Zulkarnain, Sekda Kukar H. Marli, Camat Samboja Fahmi dan Kepala Desa Tani Bhakti Alamsyah, disambut masyarakat Desa Tani Bhakti.

Jokowi menjelaskan untuk realisasi  dana desa tahun 2016 telah rampung, yang pertama digunakan untuk pembangunan sarana air  bersih yang langsung bisa diminum sebesar  201 juta  disetiap lokasi  dan untuk embung atau kantong air  dengan luasan kurang  lebih  500 M2 menelan biaya 238 juta. “Saya kira anggaran seperti itu jadinya seperti ini ya wajar, kalau  di Jawa hitungan kita kemarin satu hektar kira – kira 1 milyar,” terang Jokowi. Secara keseluruhan, penyerapan dana desa lanjut Jokowi sangat baik, apa yang dikerjakan itu yang dibutuhkan masyarakat.

“Tahun depan yang akan kita kejar  embung atau kantong air untuk semua desa yang musim kemaraunya sangat membutuhkan air,“ ungkap Jokowi Sementara itu, Menteri PDT  Eko Putro Sanjoyo mengatakan  pembangunan sarana air  bersih ini sangat bemanfaat sekali, karena airnya langsung bisa diminum. “Ini sangat bagus karena dari informasi pak kades hanya dengan biaya sebesar  201 juta,  kita sudah bisa menyediakan air  bersih kepada masyarakat dan siap minum,” ungkap Eko.

Eko  menilai  adanya embung sangat penting dan  sesuai instruksi  Presiden,  tambahan anggaran 20 trilyun dana desa tahun depan (2017)  dari 47 T menjadi  67 T, diharapkan desa – desa membangun embung desa, dan  akan dialokasikan sebesar  300 – 500 juta untuk satu  embung. Dengan embung – embung tersebut diharapkan   petani yang biasanya hanya dapat menanam  1 atau 2 kali setahun,  dapat menanam 3 kali setahun. “Dengan  embung ini otomatis pendapatan masyarakat meningkat dan embung khan bisa dikasih ikan, bisa dijadikan kolam pemancingan, bisa juga jadi obyek wisata, jadi daya ungkitnya atau manfaatnya  besar sekali,”  terang Eko. (hmp 01/emge/humaskukar)