Gandeng Hitachi, Kukar Berencana Bangun Rumah Sakit Khusus Kanker

 27 Desember 2016    madi    Pemerintahan

Kerjasama; Bupati Kukar Rita Widyasari memberikan letter of support terhadap pembangunan RS Kanker oleh Hitachi Asia kepada Takao Kuboniwa (GM Radiation Oncology System Division Hitachi LTd). (doc BPMPD Kukar)


TENGGARONG -Kutai Kartanegara (Kukar) bakal memiliki Rumah Sakit khusus menangani kanker dengan metode Proton Beam Teraphy (PBT). Rencana pembangunan RS Kanker PBT tersebut, dibicarakan Bupati Kukar Rita Widyasari saat kunjungannya ke PT Hitachi di Kasiwa Noha smart city, Jepang, Selasa (20/12). Kunjungan ke markas Pt Hitachi disambut oleh Hiroki Sonehara Asistent Manager Asia Facipic centre regional Strategis Division Pt Hitachi Ltd. Pada Kunjungan tersebut, Rita didampingi Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD), Bambang Arwanto.    

Bambang menyampaikan, bahwa Sonehara menjelaskan berbagai keunggulan produk teknologi Hitachi yang akan mendukung rencana pembangunan rumah sakit Kanker PBT di Kukar. Keunggulan tersebut, diantaranya yaitu teknologi dalam mengatur pelayanan publik perkotaan, mengingat Hitachi berusaha membantu menarik pengunjung ke Kukar dengan RS Kanker PBT sebagai medical tourism atau pariwisata medis. 

Untuk diketahui, PBT merupakan teknik pengobatan kanker yang paling canggih saat ini, dimana penyakit kanker tidak lagi di teraphy dengan cara kemotheraphy, melainkan dengan mengikis sel kanker, sehingga pasien tidak perlu mengalami kerontokan rambut dan kulit terbakar, dengan tingkat keberhasilan sampai dengan 98 persen dan waktu pengobatan hanya 1,5 bulan. 

"Rencananya rumah sakit ini dibangun dengan cara kerjasama dengan RS AM parikesit. Jika terlaksana, maka ini merupakan rumah sakit kanker dengan meode PBT pertama di Indonesia," ujarnya, saat dihubungi Rabu (21/12). Disampaikannya, dengan kehadiran teknologi PBT di Indonesia, maka Hitachi Asia akan melakukan bebrapa kajian terhadap transfer knowledge atau memberian pengetahuan kepada universitas yang memiliki fakultas kedokteran, bekerjasama dengan Tsukuba University Hospital milik PT Hitachi, dan  bahkan akan menjadikan RS AM Parikesit sebagai mitra RS Tsukuba. 

Bambang mengatakan, Hitachi cukup serius menggarap kerjasama ini bahkan Hitachi berniat mengandeng PT Sarana Multi Infrastruktur dalam pembangunan RS Kanker PBT nanti. Menurutnya, Pertemuan dengan PT SMI rencananya akan dilaksanakan di bulan Januari 2017. "Setahu saya mereka (Hitachi dan PT SMI) sudah berbicara dengan konsorsium mereka yaitu PT Telkom Indonesia, mereka menggandeng PT Telkom karena memiliki divisi bisnis dan jaringan asuransi kesehatan yang kuat di Indonesia sebagai basis bagi pengembalian investasi RS Kanker PBT tersebut," ujarnya. 

Selanjutnya, Bupati Kukar juga melakukan kunjungan ke Tsukuba University Hospital di Ueno Tokyo untuk mendapatkan penjelasan tentang PBT Cancer Hospital oleh Takao Kuboniwa (GM Radiation Oncology System Division Hitachi LTd). Kuboniwa menjelaskan bahwa beberapa RS Terkenal di Amerika dan Eropa sebenarnya menggunakan teknologi PBT Hitachi, dalam menyembuhkan pasien kanker tanpa melalui kemoteraphy.  

Pada kesempatan itu,  Rita memberikan letter of support terhadap pembangunan RS Kanker oleh Hitachi Asia kepada Kunibowa, sebagai bentuk dukungan terhadap minat yang diberikan PT Hitachi Asia kepada Pemkab Kukar untuk membangun RS Kanker di Kukar. Rita mengatakan, saat ini Hitachi sedang melakukan berbagai kajian dan penjajakan untuk memasukkan teknologi PBT ke Indonesia karena teknologi ini memerlukan kerjasama juga dengan fakultas kedokteran dan Rumah Sakit.  

“Mereka butuh waktu untuk bicara dengan konsorsiumnya mengingat ini investasi murni, dan mereka sudah mengajukan surat pernyataan minat ini hampir satu tahun yang lalu; melihat progresnya semakin konkrit, saya tentunya memberikan dukungan,” ujarnya. “Kita doakan agar pembangunan rumah sakit khusus kanker ini dapat terlaksana, sehingga Kukar juga menjadi daerah tujuan wisata medis kedepannya," demikian harapnya. (hmp02)

 Sumber : Humas Pemberitaan Kukar.